Facebook: Data dan Fakta Sejarah
ANDA para peselancar dunia maya yang sering berjelajah dari situs satu ke situs lainnya pasti takkan lupa untuk nongkrong atau paling tidak sekedar mampir ke salah satu situs yang lagi meroket saat ini. Situs apa itu? Ya, tentu saja situs facebook! Saat ini siapa yang tidak mengenalnya? Bisa dipastikan orang yang melek huruf dan pernah berinternet pasti mengetahui situs yang satu ini. Bahkan mereka yang dulunya hanya berinternet untuk sekedar membuka email kini pun mulai betah berlama-lama di depan komputer untuk mengulak-ngulik akun Facebook-nya.
Data berbicara saat ini ada sekitar 175 juta profil aktif di situs Facebook dan setiap profil rata-rata memiliki 120 teman. Durasi pengaksesan profil berjumlah sekitar 3 miliar menit/hari dan lebih dari 18 juta pengguna meng-update profilnya setiap hari [data lengkap]. Lebih lanjut, menurut penelitian yang dilakukan oleh Student Monitor, Facebook termasuk dalam jajaran benda/hal kedua yang diingini oleh para pelajar/mahasiswa di AS setelah Ipod.
Tapi tahukah anda bahwa Facebook dulunya hanya sebuah situs eksklusif yang dikhususkan untuk anak-anak kampus Harvard saja? Lalu tahukah anda ternyata si pencipta situs ini pernah digugat di pengadilan atas tuduhan penjiplakan hak intelektual dan source code dari perusahaan lain? Selain itu benarkah Facebook memiliki situs kembaran?
So, bagi yang tertarik lanjut mengetahui seluk beluk facebook lebih dalam berikut akan dipaparkan secuil kisah sejarahnya.
Facebook termasuk dalam kategori situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, Multiply, Yuwie, dll yang menyediakan media bagi para penggunanya untuk saling bertukar informasi dan berinteraksi. Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard University, Mark Zuckerberg. Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Awalnya para penggunanya hanya dikhususkan bagi para mahasiswa di kampus Harvard University. Lalu kemudian diperluas ke sejumlah kampus di wilayah Boston (Boston College, Boston University, Northeastern University, Tufts University) dan kampus-kampus lainnya seperti Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, and Ivy League. Menyusul kemudian sejumlah kampus lain di AS. Akhirnya, penggunanya lebih diperluas lagi ke sejumlah kampus lain di seluruh dunia. Tanggal 11 September 2006, Facebook membuat satu langkah penting dengan mengizinkan aksesnya ke seluruh netter yang mempunyai alamat email valid, namun, dengan pembatasan usia.
Sejarah dan Perkembangan
Asal mula Facebook berawal ketika Mark Zuckerberg (saat itu mahasiswa semester II Harvard University) membuat sebuah situs kontak jodoh untuk rekan-rekan kampusnya. Zuckerberg yang terinspirasi dari situs Hot or Not menamai situs buatannya Facemash.com. Metode situs ini yaitu menampilkan dua foto pasangan (pria dan wanita), di mana selanjutnya dua pasangan ini akan dipilih oleh para anggota situs mana pasangan yang paling “hot”. Nah, untuk menampilkan foto-foto pasangan di situs ini, Zuckerberg berupaya dengan segala cara mencari foto-foto rekannya dengan cara keliling ‘door-to-door’ untuk meminta foto.1
Saking nekatnya, Zuckerberg membobol akses jaringan komputer kampusnya untuk mendapatkan foto-foto tambahan. Namun aksi ini diketahui pihak kampus dan mereka selanjutnya memblokir situs Facemash.com diikuti dengan tindakan sanksi kepada Zuckerberg dengan ancaman akan memecatnya dari kampus (walaupun ancaman ini tidak jadi direalisasikan). Atas tindakannya itu, Zuckerberg membela diri dengan mengatakan “Tindakan pihak kampus yang memblokir situs facemash.com memang benar alasannya, namun sayang mereka tidak menyadari potensinya yang bisa saja menjadi alat pendongkrak popularitas bagi kampus itu sendiri”. Ia melanjutkan “Cepat atau lambat, nanti juga akan ada orang lain yang membuat situs serupa”. 2004
Tidak kapok, pada semester berikutnya, tepatnya pada tanggal 4 Februari 2004, Zuckerberg membuat sebuah situs baru bernama “The Facebook” yang beralamat URL: http://www.thefacebook.com. Untuk situs barunya ini, Zuckerberg berkomentar sarkas: “Menurutku upaya pihak kampus yang ingin membuat media pertukaran informasi antar civitas akademik yang butuh waktu bertahun-tahun adalah hal yang konyol. Dengan situsku ini, aku bisa mengerjakannya cuma dalam waktu seminggu saja”.2
Saat pertama kali diluncurkan “The Facebook” hanya terbatas di kalangan kampus Harvard saja. Dan sungguh menakjubkan! Dalam waktu satu bulan para penggunanya sudah mencakup lebih dari setengah jumlah mahasiswa Harvard saat itu. Selanjutnya, sejumlah rekan Zuckerberg turut bergabung memperkuat tim thefacebook.com. Mereka adalah Eduardo Saverin (analis usaha), Dustin Moskovitz (programmer), Andrew McCollum (desainer grafis), dan Chris Hughes.
Bulan maret 2004, thefacebook.com mulai merambah ke beberapa kampus lain di kota Boston, AS dan juga ke sejumlah kampus ternama seperti Stanford, Columbia, Yale, dan Ivy League. Tak butuh waktu lama, situs ini telah tersebar penggunaannya di hampir semua kampus di AS dan Kanada. Bulan Juni 2004, Zuckerberg, McCollum dan Moskovitz memindahkan markas ke Palo Alto, California. Di sini mereka turut dibantu juga oleh Adam D'Angelo dan Sean Parker.
Pertengahan 2004, thefacebook.com mendapat investasi pertamanya dari salah seorang pendiri PayPal, Pieter Thiel. 2005
Bulan Mei 2005, thefacebook.com mendapat suntikan dana segar hasil join venture dengan Accel Partners. Tanggal 23 Agustus 2005, thefacebook secara resmi membeli nama domain mereka dari Aboutface.com seharga USD 200.000 dan sejak saat itu penggalan frase “the” tidak dipakai lagi sehingga nama mereka resmi menjadi facebook.com.
Pada tahun 2005 ini juga, facebook telah memperluas jangkauan pengguna ke kalangan pelajar SMA. Masih di tahun yang sama, sejumlah universitas di Meksiko, Inggris Raya, Australia dan Selandia Baru juga sudah bisa menikmati jaringan Facebook.
2006
Awal tahun 2006, Facebook diisukan akan diakuisisi oleh sebuah perusahaan dengan harga USD 750 juta, bahkan tawarannya melonjak hingga USD 2 miliar. Namun kabar ini tak terbukti. Pada bulan April 2006, Facebook mendapat suntikan dana segar USD 25 juta hasil investasi dari Peter Thiel, Greylock Partners, dan Meritech Capital Partners. Bulan Mei tahun yang sama Facebook mulai merambah benua Asia melalui India. Di pertengahan tahun, gilliran Israel dan Jerman. Akhirnya pada 11 September 2006, Facebook merubah status registrasinya menjadi “free to join” bagi semua pemilik alamat email valid di seluruh dunia.
2007
Bulan September 2007, Microsoft mengumumkan telah membeli 1,6% saham Facebook senilai USD 15 miliar. Dalam pengambilan saham ini juga tercakup kesepakatan bahwa Microsoft memiliki hak untuk memasang iklan mereka di Facebook. Melihat langkah ini sejumlah pemain raksasa lain seperti Google, Viacom, Friendster juga mengungkapkan minat mereka untuk berinvestasi di Facebook. Sebelumnya di tahun 2006, Yahoo! telah menawarkan tawaran akuisisi senilai USD 1 miliar. November 2007, seorang miliuner Hongkong Li Ka-shing menanam investasi senilai USD 60 juta di Facebook. 2008
Pada Agustus 2008, majalah Business Week melaporkan sejumlah pihak lain telah ikut menanamkan saham di Facebook sehingga diperkirakan nilai Facebook berkisar antara USD 3.75 miliar sampai USD 5 miliar
Situasi Situs
Pengguna Facebook kini dapat bebas bergabung ke banyak jaringan yang diatur berdasarkan kota, lokasi kerja, sekolah maupun negara. Jaringan-jaringan ini kemudian akan menghubungkan para anggotanya. Sesama pengguna dapat berhubungan dengan teman-temannya dan bisa saling melihat isi profil pribadi.
Situs Facebook mendapatkan pemasukan utama dari iklan-iklan yang terpasang padanya. Para pengguna bebas membuat profilnya masing-masing yang di dalamnya bisa berisi foto dan info-info pribadi lainnya. Selain itu dapat juga saling mengirim pesan, bergabung dengan sebuah grup atau lebih. Secara default, Facebook mengatur profil pengguna hanya bisa diakses oleh sesama pengguna yang telah berteman. Namun pengaturan ini bisa nanti dirubah jika diinginkan.
Microsoft adalah mitra eksklusif Facebook dalam menayangkan iklan-iklan banner. Inilah sebabnya mengapa Facebook hanya menayang iklan-iklan yang termuat dalam jaringannya Microsoft. Menurut comScore (situs periset internet marketing) saat ini Facebook mengumpul data pengguna sebanyak yang dikumpulkan oleh Google dan Microsoft.
Dalam hal tampilan, Facebook sering dibanding-bandingkan dengan MySpace dan Friendster. Namun perbedaaan utama antara mereka ialah MySpace dan Friendster mengizinkan pengguna mendekorasi tampilan profilnya dengan fitur HTML dan CSS, sedangkan Facebook hanya mengizinkan fitur teks saja sehingga semua tampilan profil pengguna terlihat seragam.
Fitur
Facebook memiliki sejumlah fitur interaksi antar sesama pengguna yang di antaranya adalah fitur ‘Wall/Dinding’, ruang tempat sesama pengguna mengirimkan pesan-pesan terbuka, ‘Poke/Colek’, sarana untuk saling mencolek secara virtual, ‘Photos/Foto’ ruang untuk memasang foto, dan ‘Status’ yang menampilkan kondisi/ide terkini pengguna. Mulai Juli 2007, Facebook mengizinkan pengguna untuk mengirim berbagai lampiran (tautan, aplikasi, dsb) langsung ke Wall/Dinding, di mana sebelumnya yang diizinkan hanya teks saja.
Seiring perjalanan waktu, Facebook menambahkan beberapa fitur baru ke dalam situsnya. Pada September 2006, Facebook mengumumkan peluncuran News Feed/Rangkaian Kabar Berita yang berisi kilasan informasi dari masing-masing pengguna. Mulanya fitur ini bersifat terbuka dan bisa dilihat oleh siapa saja. Namun setelah mendapat keluhan dari beberapa pengguna, pihak Facebook merubah pengaturan fitur ini sehingga kini pengguna dapat mengatur mana yang bisa ditampilkan di News Feed/Rangkaian Kabar Berita dan mana yang tidak.
Fitur Catatan/Notes ditambahkan pada 22 Agustus 2006. Dalam fitur ini pengguna bisa mengimpor tulisannya di blog lain (Xanga, LiveJournal, Blogger, dll) untuk ditampilkan di Facebook. Tanggal 7 April 2008, Facebook meluncurkan salah satu fitur favorit yaitu ‘Chat/Obrolan’, tempat di mana para pengguna bisa saling berkirim pesan pribadi secara langsung dan real time. Fitur ‘Gifts/Hadiah’ dimulai pada 8 Februari 2007. Fitur ini adalah fitur untuk saling berkirim hadiah. ‘Hadiah’ bisa dibeli dengan harga USD 1 dan ditambahkan pesan pribadi. Tanggal 14 Mei 2007, Facebook memperkenalkan ‘Marketplace’ yang mengizinkan pengguna untuk beriklan secara gratis. Fitur beriklan gratis ini dibuat untuk menyaingi fitur serupa yang diperkenalkan oleh Craiglist.
Juli 2008, Facebook merapikan tampilan situs sehingga setiap kategori (dinding, info, foto, dll) memiliki tab-tab terpisah. Mulai Maret 2009, Facebook merapikan tampilan “Home/Beranda”.
Platform
Pada 24 Mei 2007, Facebook mempromosikan Facebook Platform. Ini adalah sarana bagi para pengembang software untuk menciptakan aplikasi yang bisa digunakan di Facebook. Langkah ini segera disambut oleh para pengembang software sehingga sampai 25 Maret 2009 tercatat ada 52.000 aplikasi dengan jumlah pengembang sebanyak 660.000 pihak.
Perkembangan Negatif
• Pada Desember 2008, Mahkamah Agung Australia memutuskan menggunakan data-data pengguna Facebook sebagai salah satu dasar dalam penentuan putusan perkara.
• Universitas New Mexico pada Oktober 2005 memblokir akses Facebook dalam jaringannya dengan dalih situs Facebook bukan merupakan situs penunjang kampus. Pemerintah Provinsi Ontario, Kanada juga memblokir akses Facebook dengan alasan yang hampir serupa.
• Beberapa negara sampai saat ini masih melarang akses Facebook ke warga negaranya. Pemerintah Syria melarang akses Facebook dengan alasan situs ini akan dimanfaatkan oleh Israel untuk meluaskan pengaruhnya. Pemerintah Iran juga memblokir Facebook karena khawatir media ini akan digunakan pihak oposisi untuk menggalang jaringannya.
• Pada 5 Februari 2008, seorang warga negara Maroko, Fouad Mourtada, ditahan oleh kepolisian setempat karena membuat profil palsu atas nama Pangeran Moulay Rachid yang merupakan salah satu anggota keluarga Kerajaan Maroko.
• Sejumlah pengguna yang ingin keluar dari jaringan Facebook mengeluh kesulitan dalam menghapus profilnya. Hal ini terjadi karena sebelumnya Facebook hanya mengizinkan pengguna untuk sekedar deaktivasi saja sedangkan data-data pribadi tetap tersimpan dalam server Facebook. Kebijakan ini banyak dikritik oleh para pengguna yang ingin benar-benar menghapus seluruh datanya. Menanggapinya, pihak Facebook kemudian merubah kebijakan pada 29 Februari 2008 sehingga sejak saat itu pengguna yang ingin keluar dapat meminta data-data pribadinya untuk dihapus sama sekali dari jaringan Facebook.
• Pada 2004, ConnectU, sebuah situs yang mirip dengan Facebook, membuat tuntutan hukum kepada Zuckerberg atas tuduhan penjiplakan ide kreatif dan source code. Para pendiri ConnectU (Divya Narendra, Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss) yang merupakan rekan sekelas Zuckerberg di Harvard beranggapan bahwa konsep dasar Facebook adalah ide mereka dan Zuckerberg hanyalah orang yang disewa untuk mendesainnya.
• Seorang warga negara Kanada, Adam Guerbuez, pernah memanfaatkan situs Facebook untuk mengiklankan produk pembesaran penis dan penggunaan mariyuana. Pihak Facebook kemudian menggugat Guerbuez di pengadilan setempat dan memenangi gugatan itu.
• Pada 24 Juli 2008, Grant Raphael, seorang warga Inggris diseret ke meja hijau atas tuduhan membuat profil palsu yang isinya menghujat mantan rekan bisnisnya, Mattew Firsht, sebagai seorang homoseksual.
• Pesepakbola tenar Italia, Alessandro Del Piero menggugat Facebook pada 9 Februari 2009 karena memuat profil palsu dirinya yang berisi tautan-tautan ke berbagai situs propaganda Nazi. Del Piero kemudian menyatakan bahwa ia bukan pendukung Nazi dan sama sekali tidak pernah memiliki akun apapun di Facebook.
Kondisi Terkini
Terlepas dari berbagai kontroversi di atas tak bisa dipungkiri bahwa demam Facebook sedang mewabah di seluruh dunia. Jadi kini tergantung anda sendiri memanfaatkan Facebook untuk tujuan apa dengan mempertimbangkan resiko-resiko yang menyertainya.
Apapun itu, saat ini menurut comScore Facebook adalah situs jejaring sosial terkemuka di dunia mengalahkan MySpace dan menurut Alexa untuk peringkat global berada di peringkat kelima, hanya kalah dari Google, Yahoo, Youtube dan Live. Sedangkan penghargaan yang pernah diterima adalah "Top 100 Classic Websites" tahun 2007 dari PC Magazine dan "People's Voice Award" tahun 2008 dari Webby Awards.
Konsep Facebook kini juga banyak dijiplak di beberapa negara yang di antaranya adalah:
StudiVZ — yang memiliki versi-versi bahasa:
Jerman: studiVZ.de
Perancis: studiQG.fr
Italia: studiLN.it
Spanyol: estudiLN.es
Polandia: studentIX.pl
Hungaria: iwiw.hu
Selain StudiVZ, ada juga:
• Australia: studentface.com.au
• China: xiaonei.com
• Russia: vkontakte.ru
• America Selatan: unibicate.com
• Turki: studentSN.com, unihayat.com, youniTR
• Esperanto: Amikumu.com.
• Sekilas Data
Perusahaan: Perseroan
Didirikan: Cambridge, Massachusetts (4 Februari 2004)
Kantor Pusat: Palo Alto, California & Dublin, Irlandia (Kantor Pusat Internasional untuk Eropa, Afrika, dan Timur Tengah)
Tokoh Kunci: Mark Zuckerberg (Pendiri dan CEO), Dustin Moskovitz (Co-founder),Sheryl Sandberg (COO), Matt Cohler (VP of Product Management), Chris Hughes (Co-founder)
Pendapatan: USD 300 juta (2008)
Karyawan: 700 (November 2008)
Situs web: www.facebook.com
Versi Bahasa: Afrika, Arab, Bengali, Bulgaria, Catalan, China, China (Hong Kong), China (Taiwan), Kroasia, Ceko, Denmark, Belanda, Inggris (American), Inggris (British), Filipino, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Ibrani, Hungaria, Indonesia, Irlandia, Italia, Jepang, Korea, Lithuania, Melayu, Norwegia (bokmål), Polandia, Portugal (Brazil), Portugal, Rumania, Russia, Serbia, Slovenia, Spanyol (Castilian), Swedia, Thai, Turki, Vietnam, Wales.
Dalam artikel ini saya ingin berbagi dengan semua tentang pelajaran yang saya punya.
Mengenai Saya
- nova no blacklist
- saya adalah anak pertama dari kelg Suherman, saya bercita-cita menjadi seOrang yang sukses dalam semua bidang dan karna itulah saya sangat suka dengan semua pengalaman yang akan menjadikan saya terbiasa untuk hidup sukses.
Blog Archive
Facebook: Data dan Fakta Sejarah
ANDA para peselancar dunia maya yang sering berjelajah dari situs satu ke situs lainnya pasti takkan lupa untuk nongkrong atau paling tidak sekedar mampir ke salah satu situs yang lagi meroket saat ini. Situs apa itu? Ya, tentu saja situs facebook! Saat ini siapa yang tidak mengenalnya? Bisa dipastikan orang yang melek huruf dan pernah berinternet pasti mengetahui situs yang satu ini. Bahkan mereka yang dulunya hanya berinternet untuk sekedar membuka email kini pun mulai betah berlama-lama di depan komputer untuk mengulak-ngulik akun Facebook-nya.
Data berbicara saat ini ada sekitar 175 juta profil aktif di situs Facebook dan setiap profil rata-rata memiliki 120 teman. Durasi pengaksesan profil berjumlah sekitar 3 miliar menit/hari dan lebih dari 18 juta pengguna meng-update profilnya setiap hari [data lengkap]. Lebih lanjut, menurut penelitian yang dilakukan oleh Student Monitor, Facebook termasuk dalam jajaran benda/hal kedua yang diingini oleh para pelajar/mahasiswa di AS setelah Ipod.
Tapi tahukah anda bahwa Facebook dulunya hanya sebuah situs eksklusif yang dikhususkan untuk anak-anak kampus Harvard saja? Lalu tahukah anda ternyata si pencipta situs ini pernah digugat di pengadilan atas tuduhan penjiplakan hak intelektual dan source code dari perusahaan lain? Selain itu benarkah Facebook memiliki situs kembaran?
So, bagi yang tertarik lanjut mengetahui seluk beluk facebook lebih dalam berikut akan dipaparkan secuil kisah sejarahnya.
Facebook termasuk dalam kategori situs jejaring sosial seperti Friendster, MySpace, Multiply, Yuwie, dll yang menyediakan media bagi para penggunanya untuk saling bertukar informasi dan berinteraksi. Facebook diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2006 oleh seorang mahasiswa Harvard University, Mark Zuckerberg. Nama Facebook sendiri diinspirasi oleh Zuckerberg dari sebuah istilah di kalangan kampus seantero AS untuk saling mengenal antar sesama civitas akademiknya. Awalnya para penggunanya hanya dikhususkan bagi para mahasiswa di kampus Harvard University. Lalu kemudian diperluas ke sejumlah kampus di wilayah Boston (Boston College, Boston University, Northeastern University, Tufts University) dan kampus-kampus lainnya seperti Rochester, Stanford, NYU, Northwestern, and Ivy League. Menyusul kemudian sejumlah kampus lain di AS. Akhirnya, penggunanya lebih diperluas lagi ke sejumlah kampus lain di seluruh dunia. Tanggal 11 September 2006, Facebook membuat satu langkah penting dengan mengizinkan aksesnya ke seluruh netter yang mempunyai alamat email valid, namun, dengan pembatasan usia.
Sejarah dan Perkembangan
Asal mula Facebook berawal ketika Mark Zuckerberg (saat itu mahasiswa semester II Harvard University) membuat sebuah situs kontak jodoh untuk rekan-rekan kampusnya. Zuckerberg yang terinspirasi dari situs Hot or Not menamai situs buatannya Facemash.com. Metode situs ini yaitu menampilkan dua foto pasangan (pria dan wanita), di mana selanjutnya dua pasangan ini akan dipilih oleh para anggota situs mana pasangan yang paling “hot”. Nah, untuk menampilkan foto-foto pasangan di situs ini, Zuckerberg berupaya dengan segala cara mencari foto-foto rekannya dengan cara keliling ‘door-to-door’ untuk meminta foto.1
Saking nekatnya, Zuckerberg membobol akses jaringan komputer kampusnya untuk mendapatkan foto-foto tambahan. Namun aksi ini diketahui pihak kampus dan mereka selanjutnya memblokir situs Facemash.com diikuti dengan tindakan sanksi kepada Zuckerberg dengan ancaman akan memecatnya dari kampus (walaupun ancaman ini tidak jadi direalisasikan). Atas tindakannya itu, Zuckerberg membela diri dengan mengatakan “Tindakan pihak kampus yang memblokir situs facemash.com memang benar alasannya, namun sayang mereka tidak menyadari potensinya yang bisa saja menjadi alat pendongkrak popularitas bagi kampus itu sendiri”. Ia melanjutkan “Cepat atau lambat, nanti juga akan ada orang lain yang membuat situs serupa”. 2004
Tidak kapok, pada semester berikutnya, tepatnya pada tanggal 4 Februari 2004, Zuckerberg membuat sebuah situs baru bernama “The Facebook” yang beralamat URL: http://www.thefacebook.com. Untuk situs barunya ini, Zuckerberg berkomentar sarkas: “Menurutku upaya pihak kampus yang ingin membuat media pertukaran informasi antar civitas akademik yang butuh waktu bertahun-tahun adalah hal yang konyol. Dengan situsku ini, aku bisa mengerjakannya cuma dalam waktu seminggu saja”.2
Saat pertama kali diluncurkan “The Facebook” hanya terbatas di kalangan kampus Harvard saja. Dan sungguh menakjubkan! Dalam waktu satu bulan para penggunanya sudah mencakup lebih dari setengah jumlah mahasiswa Harvard saat itu. Selanjutnya, sejumlah rekan Zuckerberg turut bergabung memperkuat tim thefacebook.com. Mereka adalah Eduardo Saverin (analis usaha), Dustin Moskovitz (programmer), Andrew McCollum (desainer grafis), dan Chris Hughes.
Bulan maret 2004, thefacebook.com mulai merambah ke beberapa kampus lain di kota Boston, AS dan juga ke sejumlah kampus ternama seperti Stanford, Columbia, Yale, dan Ivy League. Tak butuh waktu lama, situs ini telah tersebar penggunaannya di hampir semua kampus di AS dan Kanada. Bulan Juni 2004, Zuckerberg, McCollum dan Moskovitz memindahkan markas ke Palo Alto, California. Di sini mereka turut dibantu juga oleh Adam D'Angelo dan Sean Parker.
Pertengahan 2004, thefacebook.com mendapat investasi pertamanya dari salah seorang pendiri PayPal, Pieter Thiel. 2005
Bulan Mei 2005, thefacebook.com mendapat suntikan dana segar hasil join venture dengan Accel Partners. Tanggal 23 Agustus 2005, thefacebook secara resmi membeli nama domain mereka dari Aboutface.com seharga USD 200.000 dan sejak saat itu penggalan frase “the” tidak dipakai lagi sehingga nama mereka resmi menjadi facebook.com.
Pada tahun 2005 ini juga, facebook telah memperluas jangkauan pengguna ke kalangan pelajar SMA. Masih di tahun yang sama, sejumlah universitas di Meksiko, Inggris Raya, Australia dan Selandia Baru juga sudah bisa menikmati jaringan Facebook.
2006
Awal tahun 2006, Facebook diisukan akan diakuisisi oleh sebuah perusahaan dengan harga USD 750 juta, bahkan tawarannya melonjak hingga USD 2 miliar. Namun kabar ini tak terbukti. Pada bulan April 2006, Facebook mendapat suntikan dana segar USD 25 juta hasil investasi dari Peter Thiel, Greylock Partners, dan Meritech Capital Partners. Bulan Mei tahun yang sama Facebook mulai merambah benua Asia melalui India. Di pertengahan tahun, gilliran Israel dan Jerman. Akhirnya pada 11 September 2006, Facebook merubah status registrasinya menjadi “free to join” bagi semua pemilik alamat email valid di seluruh dunia.
2007
Bulan September 2007, Microsoft mengumumkan telah membeli 1,6% saham Facebook senilai USD 15 miliar. Dalam pengambilan saham ini juga tercakup kesepakatan bahwa Microsoft memiliki hak untuk memasang iklan mereka di Facebook. Melihat langkah ini sejumlah pemain raksasa lain seperti Google, Viacom, Friendster juga mengungkapkan minat mereka untuk berinvestasi di Facebook. Sebelumnya di tahun 2006, Yahoo! telah menawarkan tawaran akuisisi senilai USD 1 miliar. November 2007, seorang miliuner Hongkong Li Ka-shing menanam investasi senilai USD 60 juta di Facebook. 2008
Pada Agustus 2008, majalah Business Week melaporkan sejumlah pihak lain telah ikut menanamkan saham di Facebook sehingga diperkirakan nilai Facebook berkisar antara USD 3.75 miliar sampai USD 5 miliar
Situasi Situs
Pengguna Facebook kini dapat bebas bergabung ke banyak jaringan yang diatur berdasarkan kota, lokasi kerja, sekolah maupun negara. Jaringan-jaringan ini kemudian akan menghubungkan para anggotanya. Sesama pengguna dapat berhubungan dengan teman-temannya dan bisa saling melihat isi profil pribadi.
Situs Facebook mendapatkan pemasukan utama dari iklan-iklan yang terpasang padanya. Para pengguna bebas membuat profilnya masing-masing yang di dalamnya bisa berisi foto dan info-info pribadi lainnya. Selain itu dapat juga saling mengirim pesan, bergabung dengan sebuah grup atau lebih. Secara default, Facebook mengatur profil pengguna hanya bisa diakses oleh sesama pengguna yang telah berteman. Namun pengaturan ini bisa nanti dirubah jika diinginkan.
Microsoft adalah mitra eksklusif Facebook dalam menayangkan iklan-iklan banner. Inilah sebabnya mengapa Facebook hanya menayang iklan-iklan yang termuat dalam jaringannya Microsoft. Menurut comScore (situs periset internet marketing) saat ini Facebook mengumpul data pengguna sebanyak yang dikumpulkan oleh Google dan Microsoft.
Dalam hal tampilan, Facebook sering dibanding-bandingkan dengan MySpace dan Friendster. Namun perbedaaan utama antara mereka ialah MySpace dan Friendster mengizinkan pengguna mendekorasi tampilan profilnya dengan fitur HTML dan CSS, sedangkan Facebook hanya mengizinkan fitur teks saja sehingga semua tampilan profil pengguna terlihat seragam.
Fitur
Facebook memiliki sejumlah fitur interaksi antar sesama pengguna yang di antaranya adalah fitur ‘Wall/Dinding’, ruang tempat sesama pengguna mengirimkan pesan-pesan terbuka, ‘Poke/Colek’, sarana untuk saling mencolek secara virtual, ‘Photos/Foto’ ruang untuk memasang foto, dan ‘Status’ yang menampilkan kondisi/ide terkini pengguna. Mulai Juli 2007, Facebook mengizinkan pengguna untuk mengirim berbagai lampiran (tautan, aplikasi, dsb) langsung ke Wall/Dinding, di mana sebelumnya yang diizinkan hanya teks saja.
Seiring perjalanan waktu, Facebook menambahkan beberapa fitur baru ke dalam situsnya. Pada September 2006, Facebook mengumumkan peluncuran News Feed/Rangkaian Kabar Berita yang berisi kilasan informasi dari masing-masing pengguna. Mulanya fitur ini bersifat terbuka dan bisa dilihat oleh siapa saja. Namun setelah mendapat keluhan dari beberapa pengguna, pihak Facebook merubah pengaturan fitur ini sehingga kini pengguna dapat mengatur mana yang bisa ditampilkan di News Feed/Rangkaian Kabar Berita dan mana yang tidak.
Fitur Catatan/Notes ditambahkan pada 22 Agustus 2006. Dalam fitur ini pengguna bisa mengimpor tulisannya di blog lain (Xanga, LiveJournal, Blogger, dll) untuk ditampilkan di Facebook. Tanggal 7 April 2008, Facebook meluncurkan salah satu fitur favorit yaitu ‘Chat/Obrolan’, tempat di mana para pengguna bisa saling berkirim pesan pribadi secara langsung dan real time. Fitur ‘Gifts/Hadiah’ dimulai pada 8 Februari 2007. Fitur ini adalah fitur untuk saling berkirim hadiah. ‘Hadiah’ bisa dibeli dengan harga USD 1 dan ditambahkan pesan pribadi. Tanggal 14 Mei 2007, Facebook memperkenalkan ‘Marketplace’ yang mengizinkan pengguna untuk beriklan secara gratis. Fitur beriklan gratis ini dibuat untuk menyaingi fitur serupa yang diperkenalkan oleh Craiglist.
Juli 2008, Facebook merapikan tampilan situs sehingga setiap kategori (dinding, info, foto, dll) memiliki tab-tab terpisah. Mulai Maret 2009, Facebook merapikan tampilan “Home/Beranda”.
Platform
Pada 24 Mei 2007, Facebook mempromosikan Facebook Platform. Ini adalah sarana bagi para pengembang software untuk menciptakan aplikasi yang bisa digunakan di Facebook. Langkah ini segera disambut oleh para pengembang software sehingga sampai 25 Maret 2009 tercatat ada 52.000 aplikasi dengan jumlah pengembang sebanyak 660.000 pihak.
Perkembangan Negatif
• Pada Desember 2008, Mahkamah Agung Australia memutuskan menggunakan data-data pengguna Facebook sebagai salah satu dasar dalam penentuan putusan perkara.
• Universitas New Mexico pada Oktober 2005 memblokir akses Facebook dalam jaringannya dengan dalih situs Facebook bukan merupakan situs penunjang kampus. Pemerintah Provinsi Ontario, Kanada juga memblokir akses Facebook dengan alasan yang hampir serupa.
• Beberapa negara sampai saat ini masih melarang akses Facebook ke warga negaranya. Pemerintah Syria melarang akses Facebook dengan alasan situs ini akan dimanfaatkan oleh Israel untuk meluaskan pengaruhnya. Pemerintah Iran juga memblokir Facebook karena khawatir media ini akan digunakan pihak oposisi untuk menggalang jaringannya.
• Pada 5 Februari 2008, seorang warga negara Maroko, Fouad Mourtada, ditahan oleh kepolisian setempat karena membuat profil palsu atas nama Pangeran Moulay Rachid yang merupakan salah satu anggota keluarga Kerajaan Maroko.
• Sejumlah pengguna yang ingin keluar dari jaringan Facebook mengeluh kesulitan dalam menghapus profilnya. Hal ini terjadi karena sebelumnya Facebook hanya mengizinkan pengguna untuk sekedar deaktivasi saja sedangkan data-data pribadi tetap tersimpan dalam server Facebook. Kebijakan ini banyak dikritik oleh para pengguna yang ingin benar-benar menghapus seluruh datanya. Menanggapinya, pihak Facebook kemudian merubah kebijakan pada 29 Februari 2008 sehingga sejak saat itu pengguna yang ingin keluar dapat meminta data-data pribadinya untuk dihapus sama sekali dari jaringan Facebook.
• Pada 2004, ConnectU, sebuah situs yang mirip dengan Facebook, membuat tuntutan hukum kepada Zuckerberg atas tuduhan penjiplakan ide kreatif dan source code. Para pendiri ConnectU (Divya Narendra, Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss) yang merupakan rekan sekelas Zuckerberg di Harvard beranggapan bahwa konsep dasar Facebook adalah ide mereka dan Zuckerberg hanyalah orang yang disewa untuk mendesainnya.
• Seorang warga negara Kanada, Adam Guerbuez, pernah memanfaatkan situs Facebook untuk mengiklankan produk pembesaran penis dan penggunaan mariyuana. Pihak Facebook kemudian menggugat Guerbuez di pengadilan setempat dan memenangi gugatan itu.
• Pada 24 Juli 2008, Grant Raphael, seorang warga Inggris diseret ke meja hijau atas tuduhan membuat profil palsu yang isinya menghujat mantan rekan bisnisnya, Mattew Firsht, sebagai seorang homoseksual.
• Pesepakbola tenar Italia, Alessandro Del Piero menggugat Facebook pada 9 Februari 2009 karena memuat profil palsu dirinya yang berisi tautan-tautan ke berbagai situs propaganda Nazi. Del Piero kemudian menyatakan bahwa ia bukan pendukung Nazi dan sama sekali tidak pernah memiliki akun apapun di Facebook.
Kondisi Terkini
Terlepas dari berbagai kontroversi di atas tak bisa dipungkiri bahwa demam Facebook sedang mewabah di seluruh dunia. Jadi kini tergantung anda sendiri memanfaatkan Facebook untuk tujuan apa dengan mempertimbangkan resiko-resiko yang menyertainya.
Apapun itu, saat ini menurut comScore Facebook adalah situs jejaring sosial terkemuka di dunia mengalahkan MySpace dan menurut Alexa untuk peringkat global berada di peringkat kelima, hanya kalah dari Google, Yahoo, Youtube dan Live. Sedangkan penghargaan yang pernah diterima adalah "Top 100 Classic Websites" tahun 2007 dari PC Magazine dan "People's Voice Award" tahun 2008 dari Webby Awards.
Konsep Facebook kini juga banyak dijiplak di beberapa negara yang di antaranya adalah:
StudiVZ — yang memiliki versi-versi bahasa:
Jerman: studiVZ.de
Perancis: studiQG.fr
Italia: studiLN.it
Spanyol: estudiLN.es
Polandia: studentIX.pl
Hungaria: iwiw.hu
Selain StudiVZ, ada juga:
• Australia: studentface.com.au
• China: xiaonei.com
• Russia: vkontakte.ru
• America Selatan: unibicate.com
• Turki: studentSN.com, unihayat.com, youniTR
• Esperanto: Amikumu.com.
• Sekilas Data
Perusahaan: Perseroan
Didirikan: Cambridge, Massachusetts (4 Februari 2004)
Kantor Pusat: Palo Alto, California & Dublin, Irlandia (Kantor Pusat Internasional untuk Eropa, Afrika, dan Timur Tengah)
Tokoh Kunci: Mark Zuckerberg (Pendiri dan CEO), Dustin Moskovitz (Co-founder),Sheryl Sandberg (COO), Matt Cohler (VP of Product Management), Chris Hughes (Co-founder)
Pendapatan: USD 300 juta (2008)
Karyawan: 700 (November 2008)
Situs web: www.facebook.com
Versi Bahasa: Afrika, Arab, Bengali, Bulgaria, Catalan, China, China (Hong Kong), China (Taiwan), Kroasia, Ceko, Denmark, Belanda, Inggris (American), Inggris (British), Filipino, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Ibrani, Hungaria, Indonesia, Irlandia, Italia, Jepang, Korea, Lithuania, Melayu, Norwegia (bokmål), Polandia, Portugal (Brazil), Portugal, Rumania, Russia, Serbia, Slovenia, Spanyol (Castilian), Swedia, Thai, Turki, Vietnam, Wales.
1 Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur jaringan (seperti halnya Ethernet atau Token Ring), topologi jaringan dan pengabelan. Selain itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana Network Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media kabel atau radio.
Contoh : Repeater
cara kerja repeater : Mengulangi kembali pancaran, dengan maksud memperkuat kembali pancaran yang diterima sehingga lebih kuat dan dapat mencapai jarak yang lebih jauh.
( memperluas jangkauan )
2 Data-link layer Befungsi untuk menentukan bagaimana bit-bit data dikelompokkan menjadi format yang disebut sebagai frame. Selain itu, pada level ini terjadi koreksi kesalahan, flow control, pengalamatan perangkat keras (seperti halnya Media Access Control Address (MAC Address)), dan menetukan bagaimana perangkat-perangkat jaringan seperti hub, bridge, repeater, dan switch layer 2 beroperasi. Spesifikasi IEEE 802, membagi level ini menjadi dua level anak, yaitu lapisan Logical Link Control (LLC) dan lapisan Media Access Control (MAC).
Contoh : Switch
cara kerja switch :Switch dapat dikatakan sebagai multi-port bridge karena mempunyai collision domain dan broadcast domain tersendiri, dapat mengatur lalu lintas paket yang melalui switch jaringan. Cara menghubungkan komputer ke switch sangat mirip dengan cara menghubungkan komputer atau router ke hub. Switch dapat digunakan langsung untuk menggantikan hub yang sudah terpasang pada jaringan.
3 Network layer Berfungsi untuk mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router dan switch layer-3.
Contoh : Bridge
Cara kerja Bridge : Bridge menerima packet dari satu host yang dialamatkan kehost pada sisi yang lain, bridge melewatkan frame date melalui koneksi tersebut. Jika bridge mendeteksi traffic yang dialamatkan ke segmen aslinya, ia tidak mengijinkan ia untuk lewat. Dengan cara ini bridge melakukan fungsi filtering yang mengurangi keseluruhan network traffic.
Tetapi meskipun bridge dapat mempelajari MAC address dari station pada network, ia tidak dapat menentukan jalur yang paling efisien untuk mengirimkan data. Tugas ini membutuhkan sebuah hardware lain aitu sebuah router.
Bridge mampu untuk menghubungkan LAN yang menggunakan physical dan MAC-layer protokol yang berbeda, seperti Ethernet dengan Token Ring.
4 Transport layer Berfungsi untuk memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Contoh : Brouter
5 Session layer Berfungsi untuk mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan. Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Contoh : Gateaway
6 Presentation layer Berfungsi untuk mentranslasikan data yang hendak ditransmisikan oleh aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (redirector software), seperti layanan Workstation (dalam Windows NT) dan juga Network shell (semacam Virtual Network Computing (VNC) atau Remote Desktop Protocol (RDP)).
Contoh : Redirector
7 Application layer Berfungsi sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah HTTP, FTP, SMTP, dan NFS.
Contoh : Gateaway

SEDERHANA SOLUSI UNTUK MENGEMBANGKAN JARINGAN ANDA
D-Link 16-Port 10/100 Desktop Switch (DSS-16 +) memberikan solusi sederhana untuk memperluas jaringan anda. Hubungkan ini 16-port Desktop Switch ke router dan menambahkan hingga lima belas komputer tambahan atau lainnya berbasis Ethernet perangkat seperti printer, Network-Attached Storage (NAS), atau Internet kamera untuk meningkatkan fungsionalitas jaringan Anda.
IDEAL UNTUK VOIP DAN GAMING
Ini 16-port Switch Desktop mencakup Quality of Service (QoS) fitur yang dapat membantu meningkatkan waktu pengiriman aplikasi sensitif seperti suara, video, dan game lalu lintas. Dengan dukungan untuk QoS, itu memungkinkan Anda untuk menikmati jitter-free Voice over IP (VoIP) dan pengalaman lag game jaringan bebas *.
SPACE-SAVING PILIHAN DESAIN DAN INSTALASI
Ini 16-port Desktop Switch adalah kompak dalam ukuran, sehingga ideal untuk desktop dengan ruang terbatas. Juga rackmountable, mengambil hanya satu unit rak (rackmount kit termasuk).
MUDAH INSTALL DAN PENGGUNAAN
Ini 16-port Switch Desktop tidak memerlukan konfigurasi atau perangkat lunak, membuat instalasi sederhana dan bebas repot. Dengan dukungan Auto-MDI/MDI-X, tidak ada kebutuhan untuk kabel crossover ketika Anda terhubung ke switch lain atau ke komputer. Selain itu, DSS-16 + akan secara otomatis terhubung akal jika perangkat jaringan berjalan pada 10Mbps atau 100Mbps dan menyesuaikan sesuai. Dilengkapi dengan layar LED yang komprehensif, Anda dapat memonitor status dan aktivitas dari setiap pelabuhan sekilas.
Menawarkan performa yang hebat dan fitur dikemas dalam chassis ramping, D-Link 16-Port 10/100 Desktop Switch (DSS-16 +) adalah pilihan yang sangat baik untuk memperluas jaringan anda.
DEFINISI - 10BASE-2, salah satu dari beberapa media fisik ditentukan oleh IEEE 802.3 untuk digunakan dalam Ethernet jaringan area lokal (LAN), terdiri dari Thinwire kabel koaksial dengan panjang maksimum segmen dari 185 meter. Seperti ditentukan lain media, 10BASE-2 mendukung Ethernet 10 Mbps data rate.
Selain 10BASE-2, 10 megabit Ethernet dapat dilaksanakan dengan jenis media ini:
* 10BASE-5 (Thickwire kabel koaksial dengan panjang segmen maksimum 500 meter)
* 10BASE-F (kabel serat optik)
* 10BASE-T (telepon biasa kawat twisted pair)
* 10BASE-36 (broadband multi-channel kabel koaksial dengan panjang segmen maksimum 3.600 meter)
Penamaan ini adalah Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) singkatan pengenal. "10" di jenis media penunjukan mengacu pada kecepatan transmisi dari 10 Mbps. The "BASE" mengacu pada baseband sinyal, yang berarti bahwa hanya sinyal-sinyal Ethernet dilakukan pada medium (atau, dengan 10BASE-36, pada satu saluran). "T" mewakili twisted-pair; "F" mewakili kabel fiber optic, dan "2", "5", dan "36" mengacu pada segmen kabel koaksial panjang (panjang 185 meter telah ditangkap untuk " 2 "untuk 200).
From Pacic Rim International Symposium on Fault-Tolerant Systems, Taipei, Taiwan, December 15-16, 1997.
PERFORMANCE ANALYSIS OF TWO TIME-BASED COORDINATED
CHECKPOINTING PROTOCOLS
Gerard P. Kavanaugh and William H. Sanders
Center for Reliable and High-Performance Computing
Coordinated Science Laboratory
University of Illinois at Urbana-Champaign
fgkavanau,whsg@crhc.uiuc.edu
Abstract
Time-based checkpointing protocols are a recently
proposed way to improve a system's dependability.
They claim to have the advantages of coordinated protocols
without the normal costs of coordination. This
paper investigates that claim, by analyzing and comparing
two time-based checkpointing protocols. The
analysis is performed by determining the forward
progress of a system using each protocol, and it is described
in such a way as to be easily modiable for
other time-based protocols. By carefully analyzing the
behavior of each protocol between renewal points, we
are able to obtain a closed-form expression for the forward
progress of the two protocols considered. We also
determine the checkpoint interval value that will maximize
forward progress. A validation of the analytical
model is then performed via a detailed simulation. The
results obtained from the model show the advantages
and disadvantages of each protocol.
1 Introduction
Checkpointing is a commonly used technique to improve
the dependability of systems operating in faulty
environments. Checkpoint protocols function by periodically
saving the state of an application to stable
storage. If a failure occurs, the application simply
rolls back, or reloads, the most recently saved state,
and resumes execution from that point.
There is an immense body of research on checkpointing.
An excellent survey of the main principles
of these protocols is [1]. There are two main categories
of methods of checkpointing: coordinated and uncoordinated.
In coordinated protocols, the individual processes
save their state together. This creates a global
state from which the entire system is recoverable. If
a failure occurs in any processor, then all processors
must restart execution from this global state. In uncoordinated
protocols, processes save their checkpoints
individually. In this type of protocol the occurrence
of a failure causes the aected processes to roll back
to a point of recovery.
In traditional coordinated protocols all processes
must save their states at the same time. Normally,
communication is needed to achieve this coordination,
and can result in signicant overhead in practical implementations
of such protocols. Recently, however,
a new class of coordinated checkpoint protocol called
time-based checkpointing protocols [2, 3, 4, 5, 6], have
been introduced which eliminate much of the communication
overhead by allowing processes to checkpoint
without explicit communication. The ability of timebased
checkpointing protocols to generate consistent
and recoverable global states is based on loosely synchronized
timers within individual processes. Because
they use synchronized timers rather than explicit communication
to achieve coordination, they have the potential
to avoid most overhead present in other coordinated
protocols. There are numerous examples of analytical
models of traditional checkpointing protocols,
for example [7, 8, 9, 10]. To date, however, a detailed
analysis of time-based checkpointing protocols has not
been performed.
This paper analyzes two recently developed timebased
protocols [2, 3]. The protocols dier in how
they maintain consistency and recoverability { one
uses blocking and the other uses additional message
logging. Just which of the protocols performs best will
depend, in a complicated way, on the characteristics of
the application and system (e.g. state savings time, recovery
time, time between checkpoints) which use the
protocol. For each, we derive a closed-form expression
for the forward progress rate of a parameterized
system implementing the protocol. These expressions
show how assumptions about how the system operations
aect an application's execution time. In addition,
we derive close-form expressions for the optimal
checkpoint interval for each protocol, given a set of assumptions.
The two protocols are then compared using
the respective optimal checkpoint intervals, determining
which one performs best for each set of system
assumptions. The results show that there are regions
in which each protocol is better than the other, and
thus provide important information to implementers
who must choose between the two approaches. A simulation
model of each protocol is also developed to
validate the derived expressions. The simulation result
match extremely well with results from the analytical
expressions, but as expected take signicantly
more time to execute.
2 Protocol Description Assumptions
2.1 Protocol Description
Both of the time-based checkpointing protocols analyzed
in this paper were developed by Fuchs and
N-1 N
2NTp
N-1
P2
P1
N
Figure 1: Maximum Inter-Process Drift After N
Checkpoint Intervals
N+1
Fault Arrival
M2
N+1
M1
N
P2
P1
N
2(N+1)Tp
Figure 2: Unrecoverable Global State at Checkpoint
N+1
Neeves [2, 3]. As time-based protocols, they both
attempt to avoid much of the communication overhead
associated with coordinated protocols by assuming
that processes have loosely synchronized clocks.
They avoid the overhead of synchronization found in
previous protocols [4, 5, 6] by using timers and by
assuming that all process timers are approximately
synchronized with a deviation from real time of some
value , which is referred to as the clock drift.
In particular, if a timer is started on each of two
processors at the same time, and each processor has
clock drift rate equal to , the timers will expire at
most 2T=(1 − 2) seconds apart, where T was the
initial timer value [2]. Since typical values are very
small, on the order of 10−5 to 10−8, this maximum
inter-processor drift has been approximated as simply
2T . Assuming this, the clocks will exhibit a maximum
drift of 2NT after N checkpoint intervals, as
shown in Figure 1. Notice that this value appears to
assume fault-free execution. This is because the occurrence
of a fault also causes all the participating
processes to become resynchronized at the previous
checkpoint.
The two protocols dier in their respective algorithms
for ensuring that a process's saved checkpoint
states are both consistent and recoverable. For a simple
example of how checkpoint states may become unrecoverable
if messages in transit are not considered,
consider the case shown in Figure 2. Here, process P1
has received message M2 from process P2 prior to the
occurrence of a fault. Notice that checkpoint N + 1
was saved in P1 prior to receiving the message, while
checkpoint N + 1 in P2 was saved after M2 was sent.
When the fault does occur, each process will recover by
restarting execution at checkpoint N +1. Now P1 has
yet to receive M2, but P2 doesn't know. As a result,
the global state at checkpoint N + 1 is unrecoverable,
and is not an acceptable recovery point. Inconsistent
tdmax+2NTp D+2NTp-tdmin
Message blocking period to ensure consistency
Message blocking period to ensure recoverability
Key:
2NTp: Maximum inter-process drift by the Nth checkpoint
D: Maximum initial timer deviation
tdmin: Minimum message delivery time
tdmax: Maximum message delivery time
Figure 3: Means for Ensuring Consistency and Recoverability
in the Blocking Protocol
checkpoints are created in much the same way, except
that in order to create inconsistencies it is the sending
process which loses track of the message.
The rst protocol that will be discussed [2] will be
referred to as the \blocking protocol." Figure 3 shows
the important time periods around each checkpoint
event. Note the blocking periods; hence our reference
to this protocol as a \blocking protocol." This protocol
ensures that there are no messages in transit that
disturb the consistency or recoverability of the global
states by preventing messages from being sent during
an interval before and after the checkpoint is saved.
The length of these intervals is calculated based on
the maximum possible inter-process clock drift. The
blocking period before the checkpoint is taken guarantees
its recoverability, and the period after the checkpoint
is saved ensures its consistency.
The second protocol, which we refer to as the \nonblocking
protocol," uses the same message blocking
period after the checkpoint to ensure consistency, but
for recoverability it does not use blocking [3]. Instead
of blocking messages, the non-blocking protocol saves,
as part of the next checkpoint, all messages for which it
has not received an acknowledge response. This way, if
a fault does arrive, as shown in Figure 2, the protocol
may resend all of the unacknowledged messages again.
This will result in a greater time to save checkpoints,
since certain messages must now be saved, but Neeves
and Fuchs believe this cost is more than oset by the
fact that the process no longer has to block execution.
In both protocols, the consistency blocking interval
is a function of time and the current checkpoint number.
Therefore, as the execution of the application
progresses, this blocking interval will increase, and
each process will spend a greater and greater portion
of its current checkpoint interval blocking to ensure
consistency. Eventually this will become prohibitive,
so occasionally processes will be forced to resynchronize.
This resynchronization is accomplished by the
coordinating processor starting all the processes at the
same time so that the maximum inter-process drift is
only some initial deviation again.
Since the consistency blocking interval occurs while
Time to ensure consistency (D+2NTp-tdmin)
Checkpoint N
T
Checkpoint N+1
Resynchronize
Time to save current checkpoint
Figure 4: Time-Based Resynchronization
the process is blocking to save its checkpoint, these
protocols do not waste time ensuring consistency until
the blocking interval for consistency is longer than the
time to save the current checkpoint. Thus, to avoid
all blocking to ensure consistency, these protocols will
resynchronize whenever any process's blocking interval
becomes longer than the checkpoint creation interval
in addition to resynchronizing when a fault occurs. An
example of this is shown in Figure 4.
2.2 Model Assumptions
Several assumptions were made about the environment
in which the protocols were applied to facilitate
their analysis. These assumptions are realistic and do
not in any way change the operation of the protocols.
Whenever one of the following assumptions is referenced
in the paper, a boldfaced number in parentheses
will be used to refer to it. The assumptions made are
as follows.
1. Faults have an independent, exponentially
distributed, time between occurrences.
This is a frequently made assumption,
and reasonable for many fault classes. In this paper,
the assumption is made in both the analytic
model and the simulation model.
2. Reads and writes to stable storage take
constant time. This assumption makes the discussion
and notation used simpler. In reality, the
analysis follows through for any read and write
distributions, if the expected values of these distributions
are used.
3. Faults do not arrive while the system is recovering.
Although [2, 3] do not specify the protocol's
reaction to a fault during recovery, private
communication with the authors suggests that a
means of recovering from faults that occur during
recovery is possible. Since the protocol's activity
is unspecied, though, the analysis in this paper
assumes it will not happen. This assumption is
valid since the probability of a second fault occurring
during recovery is normally very small.
4. Faults do not arrive while checkpoints are
being saved. Much like the previous assumption,
this assumption is based on the fact that
the checkpoint interval is much longer than the
time to save a checkpoint or T S. As with
(3), the probability of a fault arriving during the
saving of a checkpoint is nearly zero.
3 Analytic Model Development
With the few simplifying assumptions shown in the
previous section, we can express the forward progress
of the two protocols as a simple closed-form expression.
The analysis obtains a system's or process's forward
progress { dened as the ratio of useful work to
total work during a given interval of time. The interval
of time with which this analysis is concerned
will be the period of time between resynchronizations.
If there are no faults, this time will be equal to a
xed number of checkpoint intervals, NM, followed
by the resynchronization time, Y . The occurrence
of a fault will also cause a resynchronization, so the
expected number of intervals between resynchronizations,
E[NR], will be determined by the probability of
a fault occurring during any interval less than NM and
of no faults occurring before NM intervals are successfully
completed. The total time between resynchronizations
will be determined by the number of intervals
of length T until a resynchronization is expected
to occur, and any additional work that is not useful.
Examples of work which is not useful include the
checkpoint save time, the work that must be redone
due to a fault occurrence, the recovery time, the blocking
intervals to ensure consistency and recoverability,
and the resynchronization time. Once a single process's
forward progress (FP) is determined, we can
determine the forward progress rate of a system of P
communicating processes by simply averaging the individual
process's forward progresses.
To begin the analysis, we determine the number of
intervals between resynchronizations given that a fault
does not occur. The time between resynchronizations
is dependent on the time required to save a checkpoint,
and the time during which messages may not be sent
after a checkpoint. As seen in Figure 4, as soon as the
message blocking time is greater than the checkpoint
time a resynchronization is performed. We will refer
to the time to save a checkpoint as S, and recall that
the time during which messages are blocked can be
calculated by the formula D+2NT−tdmin. Furthermore,
we will assume that S is a constant (2). Thus,
we may compute the number of checkpoints before a
resynchronization is needed by solving the following
equation for NM.
S D + 2NMT − tdmin
S + tdmin − D
2T
NM
NM =
S + tdmin − D
2T
Resynchronizations are also caused by the occurrence
of faults. Therefore, in order to compute the expected
number of intervals until a resynchronization
Resynchronization
1 2 N N+1
Fault Arrival
T W
Figure 5: Number of Intervals Between Resynchronizations,
Given That a Fault Arrives
occurs, we will need to determine the probability that
a fault arrives during a given number of checkpoint
intervals since the previous resynchronization. Since
the time between fault occurrences is exponentially
distributed (1), the probability of a fault occurring N
checkpoint intervals since the last resynchronization,
as shown in Figure 5, is given by
h
e
−TN − e
−T(N+1)
i
:
Thus the expected number of intervals until a resynchronization,
E[NR], is given by the weighted probability
of dierent numbers of intervals occurring before
a resynchronization, or
E [NR] =
"
NMX−1
N=1
N
h
e
−TN − e
−T(N+1)
i#
+ NM(e
−TNM): (1)
Since
Xn
i=0
ieai =
ea
1 − ea(n+1)
(ea)2 − 2ea + 1
+
(n + 1) ea(n+1)
ea − 1
;
Equation 1 simplies to
E [NR] =
1 − e−TNM
eT − 1
:
In order to determine the FP of the system, we develop
a ratio of useful work to total work. A major
dierence between the useful and total work between
resynchronizations due to a fault occurrence will be
the amount of wasted work that must be redone. To
calculate this quantity, we will determine the expected
time until a fault occurs given that at least one fault
occurs during a checkpoint interval. Let J be the time,
relative to the start of the checkpoint interval, of the
rst fault, as shown in Figure 6. Further, recall that
in this analysis faults may not arrive while the current
checkpoint is being saved (4), so our interval of
interest will be Tf = T −S. Then, the cumulative distribution
function of the time of the rst fault, given
that at least one fault occurs, is
FJjJ
1 − e−Tf
:
0
J
Tf
S
T
Fault Arrival
Figure 6: Wasted Time Given That a Fault Arrives
Notice that the expected time until a fault arrives
given that it arrives during the current interval is also
equal to the expected wasted time, E[W], where W
is shown in Figure 5. After taking the expectation,
the expected wasted time or the expected time until
a fault, given that one occurs, is
E [W] = E [JjJ < Tf] =
e−Tf (−Tf − 1) + 1
(1 − e−Tf )
:
Since the determination of our expected total work
factors is a result of cases of fault-free and faultinduced
resynchronizations, another important quantity
will be the probability of a fault occurring before
a resynchronization is required. It is given by
P [J NMT] =
1 − e
−NMT
;
and consequently the probability of a fault not occurring
before mandatory resynchronization is
P [J >NMT] = 1 − P [J
With the above probabilities we may now determine
the expected wasted time between resynchronizations
by unconditioning the cause of the resynchronization.
It is given by
E [WT] =
1 − e
−TNM
(E [W] + R) + e
−TNMY:
For both protocols, the expected total time between
resynchronizations, E[TW], will be the same. It will
be given by the expected number of intervals before
resynchronization times the interval length plus the
expected wasted time, or
E [TW] = E [NR] T + E [WT ] :
Similarly, the expected time spent doing useful
work will have a similar form for the two protocols.
If we let T 0 represent the portion of T spent doing
useful work, then the expected useful work time will
be given by
E [UW] = E [NR] T
0
:
Now we can determine a single process's forward
progress, FP. In particular,
FP =
E [UW]
E [TW]
=
E [NR] T 0
E [NR] T + E [WT ]
;
or more specically, FP =
(E [NR]) T 0
(E [NR]) T + (1 − e−TNM) (E [W] + R) + e−TNMY
: (2)
For the non-blocking time-based checkpointing protocol,
the interval of useful work will be the interval
time T minus the time to save the checkpoint S, or
simply Tf , since execution is blocked while the checkpoint
is being saved. Thus:
T
0
non−blocking = Tf
The blocking protocol's useful interval will be T
minus the blocking period, as shown in Figure 3. In
this protocol, the blocking period will be equal to the
sum of the consistency and recoverability blocking periods.
Since the time to save a checkpoint overlaps
the consistency blocking interval, we need only subtract
the average recoverability blocking period over
the expected number of intervals until resynchronization,
E [NR], to determine T 0. Thus:
T
0
blocking = Tf − tdmax − T(E [NR] + 1)
Now that we have determined the forward progress
of a single process, we will use this knowledge to expand
our analysis to a system of P communicating
processes. In particular, for P processes let be a vector
where i species the clock drift of the ith process
and i 2 f1; 2; ::; Pg. Furthermore, note that all NMi 's
are equal. This is because whichever process needs to
resynchronize rst will cause all the other processes to
resynchronize also. Thus, all NMi will equal the minimum
NMi . Since the maximum i will determine the
minimum NMi we will simply dene NM as
NM =
S + tdmin − D
2Tmax(i)
: (3)
The assumption that all other variables are equal
among processes yields the following single process
contribution to the overall forward progress:
FPi =
1
P
E [UWi]
E [TWi]
:
Summing over P processes yields a total system
forward progress of
FP =
1
P
XP
i=1
E [UWi]
E [TWi]
:
Assuming all processes have the same fault rate, ,
then the total system fault rate will equal P. Finally,
if we are able to assume the same S and R among
all processes (2) then the expression for the forward
progress remains identical to equation 2, except
E [NR] =
1 − e−PTNM
ePT − 1
; (4)
and
E [WT] =
1 − e
−PTNM
(E [W] + R)
+ e
−PTNMY: (5)
Equations 2, 3, 4, and 5 describe the forward
progress of both of the time-based checkpointing protocols,
as a function of measurable system characteristics.
We now use these expressions to compute the
checkpointing interval that gives the maximum forward
progress rate, for particular values of , T , tdmin,
tdmax, , S, R, D, P, and Y . The expression also
gives us a better understanding of possible bottlenecks
and problems with these types of protocols. Also, as
with any other type of checkpointing protocol, FP is
a function of the checkpoint interval, T . This means
that there exists a T for which the system is most productive.
We will refer to this value of T as the optimal
T .
4 Optimal Checkpoint Interval
At rst glance, it may seem simple to determine the
optimal checkpoint interval, by nding the derivative
of the forward progress expression with respect to T .
Due to the ceiling function that is found in our NM
variable, the forward progress expression has points of
discontinuity at which it is not dierentiable. Further,
although the solution to the derivative will always be
near the point of maximum forward progress, there is
no guarantee that it is the absolute maximum. The
complete derivation of the optimal forward progress is
non-trivial, but it is straight forward. As a result of
space considerations, the analysis could not be shown,
but it may be found in [11], and it will be used in the
validation and comparison sections to follow.
5 Model Validation
To conrm the correctness of our analysis, we
compared results obtained from the derived forward
progress expressions to a more detailed simulation of
each protocol. The simulation of each model consists
of N replicated processors, each of which has a fault
rate . The clock drift for each processor is max(i),
since, as in the analytical model, smaller i's have no
eect on the system. Having the same clock drift for
all of the processor replications can therefore minimize
the model's size without compromising the model's
integrity. In the simulation models, the execution of
an application may be interrupted by a fault at any
time on any processor. The occurrence of this fault
causes all processors to roll back to their previous
saved state. This rollback also causes all processors
to be resynchronized. If no faults arrive for a period
of time equal to the length of the checkpoint interval
then each processor independently saves its current
state. If the time to save the state was less than
D+2NMT−tdmin at any processor, than all processors
are resynchronized. Processes resume normal execution
either after they are nished saving their states,
or if a resynchronization was necessary then after it is
complete. Blocking periods are simulated as periods
of non-execution. Forward progress is determined in
the protocol simulations by dividing the time spent
Comparison Variable Protocol
Blocking Non-Blocking
Y .1 .1
P 4 4
tdmin .001 .001
tdmax .01 .01
D .01 .01
Variable T 3600 3600
S, R .6 .7
1E-5 1E-5
Variable T 1E-5 1E-5
S, R 2 2.2
1E-6 1E-6
Figure 7: System Values for Protocol Validation
in the execution state to the total time spent for the
simulation. Thus, wasted times are never calculated,
and the number of intervals until resynchronization is
mandatory is never calculated which is just how the
actual protocols are implemented.
Using this model, we show that our analytical
model can correctly express the system's forward
progress for varying fault rates and checkpoint interval
lengths. The parameters for the following validations
are shown in Figure 7. These parameters were
selected because they are realistic. Although the analytical
model should still be eective for unrealistic parameters,
as the extreme range in checkpoint intervals
and fault rates will show, it is not possible to present
validation results for a range of every parameter.
Figure 8[t] contains the validation results for varying
fault rates between the simulation and analytic
models for the blocking and non-blocking protocols
respectively. It is readily apparent from these tables
that the analytic model is not only very accurate, but
also robust enough to handle a wide range of fault
rates.
It will also be important to validate the analytical
model for varying checkpoint interval lengths, since
that will ensure the validity of our optimal checkpoint
interval calculation. In addition, it will reemphasize
the accuracy of the analytical model for varying system
parameters, because completely dierent systems
are being used in the checkpoint interval validation
from those used in the fault rate validation. Figure 8
also contains the results from the varying checkpoint
interval validation. As can be seen from all of these
results, the analytical model produces nearly identical
forward progress calculations as the simulation for
a wide range of checkpoint interval lengths and fault
rates, and the analytical model will be accurate for
system parameters representing a wide variety of application
environments. Another reason for the usefulness
of the analytic model is its dramatic speedup
over simulation models. The time to complete a simulation
for the validations in this section varied from
several minutes to several hours. Through the use of
the analytic model, a system's performance may be
Variable Protocol
Blocking Non-Blocking
variable variable
S, R .6 .7
Y .1 .1
P 4 4
1E-5 1E-5
tdmin .001 .001
tdmax 1 1
D .01 .01
Figure 9: System Values for Protocol Comparisons:
Variable
Forward Progress
Protocol
Fault Rate Blocking Non-Blocking
.0001 0.446826 0.446931
1E-5 0.929248 0.929532
1E-6 0.992279 0.99262
1E-7 0.998734 0.999083
Figure 10: Comparison of Protocols: Variable Fault
Rate, Optimal T
completely characterized almost instantaneously, but
to perform the same task via simulation, it could take
weeks.
6 Comparison of Protocols
The remainder of this section will use the developed
analytic models to compare the two protocols
considered. In order to make the comparison fair, almost
all of the system variables will be the same. One
consistent dierence will be the time to save or restore
the checkpoint, because the non-blocking protocol will
have a slightly larger state to save. This is due to the
fact that the non-blocking protocol will also be saving
the messages that have yet to be acknowledged. Each
comparison was performed between maximum forward
progresses, which means that for every set of system
parameters the optimal T was calculated for each protocol.
The analysis is performed for several variables
in order to show not only how the protocols operate,
but also how flexible the analytical model is.
The rst comparison is performed with a variable
fault rate. The parameter values used are shown in
Figure 9, and the results are shown in Figure 10.
These gures show that for the given system parameters
and realistic fault rates the non-blocking protocol
will always have a maximum system forward progress
greater than that of the blocking protocol. This result
is expected for these parameter values, however.
The only way that the blocking protocol could have
superior performance is if the time to save or restore
a checkpoint in the non-blocking protocol became
large enough, due to the additional unacknowlModel's
Forward Progress
Fault Rate Blocking Non-Blocking
Simulation Analytic Simulation Analytic
() (98% Condence Interval) Value (98% Condence Interval) Value
1E-7 [0.9979 , 0.9984] 0.998983 [0.99815 , 0.99857] 0.999083
1E-6 [0.9910 , 0.9923] 0.992527 [0.9910 , 0.9924] 0.99262
1E-5 [0.927 , 0.931] 0.929481 [0.926 , 0.931] 0.929532
.0001 [0.441 , 0.452] 0.446938 [0.438 , 0.448] 0.446931
.001 [6.10E-6 , 1.02E-5] 8.00557E-6 [6.10E-6 , 1.02E-5] 8.00246E-6
Model's Forward Progress
Checkpoint Blocking Non-Blocking
Interval Simulation Analytic Simulation Analytic
(T) (98% Condence Interval) Value (98% Condence Interval) Value
100 [0.97644 , 0.97655] 0.976754 [0.97598 , 0.97609] 0.976002
10100 [0.803 , 0.814] 0.811356 [0.804 , 0.815] 0.811347
20100 [0.637 , 0.659] 0.651194 [0.640 , 0.660] 0.651189
30100 [0.502 , 0.522] 0.515915 [0.510 , 0.531] 0.515911
40100 [0.390 , 0.406] 0.403691 [0.389 , 0.405] 0.403688
50100 [0.301 , 0.313] 0.312181 [0.301 , 0.313] 0.312179
Figure 8: Protocol Validations
Variable Protocol
Blocking Non-Blocking
1E-5 1E-5
S, R .6 variable
Y .1 .1
P 4 4
1E-6 1E-6
tdmin .001 .001
tdmax .07 .07
D .4 .4
Figure 11: System Values for Protocol Comparisons:
Variable S, R
edged messages, that the non-blocking protocol was
wasting time. The question now is whether a system
with high enough inter-process communication is realistic.
For this comparison we will use the parameter
values specied in Figure 11.
In Figure 12 we see that the blocking protocol may
outperform the non-blocking protocol if the checkpoint
save time, S, and the checkpoint restore time,
R, are high enough. For the parameters described
in Figure 11, the crossover point is at approximately
.7 seconds. Although this crossover point will vary
for systems characterized with parameters other than
those specied in Figure 11, it will still exist if the
size or number of messages being passed between processes
is large enough. For some systems this value
may be unrealistic, but this is not the case in all sys-
0.97
0.975
0.98
0.985
0.99
0.995
1
0 2 4 6 8 10
Forward Progress (%)
Save and Restore Time (S & R) (seconds)
Blocking Protocol
Non-Blocking Protocol
Figure 12: Comparison of Protocols: Varying Stable
Storage Access Time, Optimal T
tems. Through the use of the analytical model described
in this paper, minimal eort is required to
determine which checkpointing protocol is most appropriate.
Another application of this analysis is to see the
eect of varying , the clock drift rate, on a system's
forward progress. Since dierent processors may have
widely diering clock drifts these results could be very
important in determining what protocol to implement.
For the following analysis the values in Figure 13 were
used.
Figure 14 shows the eects of varying clock drift
rates on both protocols. The graph shows that the
Variable Protocol
Blocking Non-Blocking
1E-5 1E-5
S, R .6 .7
Y .1 .1
P 4 4
variable variable
tdmin .001 .001
tdmax .07 .07
D .01 .01
Figure 13: System Values for Protocol Comparisons:
Variable
0.78
0.8
0.82
0.84
0.86
0.88
0.9
0.92
0.94
0.96
0.98
1
1e-10 1e-09 1e-08 1e-07 1e-06 1e-050.00010.001 0.01 0.1
Forward Progress (%)
Clock Drift (seconds/second)
Blocking Protocol
Non-Blocking Protocol
Figure 14: Comparison of Protocols: Varying , Optimal
T
blocking protocol's performance begins to degrade
rapidly once a clock drift of .001 seconds per second is
reached. The non-blocking protocol, however, is virtually
immune to changes in . This is because the
recoverability blocking period in the former protocol
is a function of the clock drift rate. Although the performance
of the blocking protocol does not degrade
until extremely high values are examined, these values
do conrm our expectations of the protocol's performance.
For realistic values of , which is typically
10−7 to 10−8 for very precise clocks and 10−5 to 10−6
for normal clocks, both protocols appear to be invariant.
This is encouraging because it means that these
time-based protocols will be eective for a wide variety
of clock qualities. Interestingly, it may appear in Figure
14 as though the two protocols perform identically
well for low clock drift rates, but the blocking protocol
actually slightly outperforms the non-blocking protocol
at low clock drift rates for the given parameters.
This is since, for the specied parameters, the additional
time to save a checkpoint in the non-blocking
protocol is larger than the recoverability blocking period
for low clock drift rates in the blocking protocol.
7 Conclusion
This paper considers two time-based checkpointing
protocols. The rst uses blocking to achieve consistency
and recoverability, while the second uses additional
message logging. For a given set of system parameter
values it was not clear which protocol will perform
best. To investigate this, we derived closed-form
expressions for the rate for forward progress of an application,
given a particular set of system parameters,
and the checkpoint interval that optimizes the forward
progress rate, in terms of the remaining system parameter
values. These expressions were then used to
analyze the behavior of the two protocols for a variety
of system parameters. We saw that there were parameter
value regions where each protocol performed
best, thus yielding important information for system
designers who may want to choose between the two
protocols for for a given set of parameter values. In
addition, they suggest ways in which the two protocols
might be combined, in order to build a protocol that
works well under widely varying system conditions.
References
[1] E. Elnozahy, D. Johnson, and Y. Wang, \A survey
of rollback-recovery protocols in message-passing systems."
This paper has been submitted for publication
in ACM Computing Surveys.
[2] N. Neves and W. K. Fuchs, \Using time to improve
the performance of coordinated checkpointing," in
IEEE International Computer Performance and Dependability
Symposium, September 1996.
[3] N. Neves and W. K. Fuchs, \Coordinated checkpointing
without direct coordination." This paper has yet
to be published.
[4] F. Cristian and F. Jahanian, \A timestamp-based
checkpointing protocol for long-lived distributed computations,"
in 10th Symposium on Reliable Distributed
Systems, September 1991.
[5] P. Ramanathan and K. Shin, \Use of common time
base for checkpointing and rollback recovery in a
distributed system," IEEE Transactions on Software
Engineering, vol. 2, June 1993.
[6] Z. Tong, R. Kain, and W. Tsai, \A low overhead
checkpointing and rollback recovery scheme for distributed
systems," in 8th Symposium on Reliable Distributed
Systems, October 1993.
[7] K. M. Chandy, J. Browne, C. Dissly, and W. Uhrig,
\Analytic models for rollback and recovery strategies
in data base systems," IEEE Transactions on Software
Engineering, vol. SE-1, March 1975.
[8] V. Nicola and J. V. Spanje, \Comparative analysis
of dierent models of checkpointing and recovery,"
IEEE Transactions on Software Engineering, vol. 16,
August 1990.
[9] A. Tantawi andM. Ruschitzka, \Performance analysis
of checkpointing strategies," ACM Transactions on
Computer Systems, vol. 2, May 1984.
[10] J. Young, \A rst order approximation to the optimal
checkpoint interval," Communications of the ACM,
vol. 17, September 1974.
[11] G. P. Kavanaugh and W. H. Sanders, \Performance
analysis of two time-based coordinated checkpointing
protocols," tech. rep., Center for Reliable and High
Performance Computing, 1997.
saya mencoba untuk mendapatkan sesuatu yang ingin saya dapatkan didalam suau bayangan yang semu tanpa
CHIP Forum SISTEM OPERASI Windows OS Bermain-main dengan Registry
Windows OS Diskusi mengenai troubleshooting dan cara mengoptimalkan keluarga Windows.
Beberapa tips dan registry dibawah ini cuma berlaku buat Windows XP.
Sebelum mengutak-atik Registry, ada baiknya melakukan backup terlebih dahulu.
1. Klik tombol Start > Run.
2. Ketik regedit dan tekan Enter setelah berada didalam jendela Run.
3. Didalam Registry Editor, pilih menu File > Export.
4. Setelah Export Registry File muncul, masukkan nama file ke bagian File Name, misalnya backup-registry dan sebagainya.
5. tekan tombol Save.
Mempercepat Update Registry
Tekan tombol Start > Log Off > Log Off.
Mengganti Wallpaper
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop
Klik ganda pada wallpaper dan masukkan path gambar yang diinginkan pada Value Data.
Mengganti Nama Recycle Bin
HKEY_CLASSES_ROOT/CLSID/{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}
Klik ganda pada option (Default value) dan beri nama bare sesuai yang diinginkan pada Value Data.
Memunculkan Rename Pada Recycle Bin
HKEY_CLASSES_ROOT/CLSID/{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}/ShellFolder
Klik ganda pada Attributes > Edit Binary Value. Pada Value Data, ganti angka tersebut menjadi 0000 50 01 00 20.
Menyembunyikan Recycle Bin
HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Desktop/NameSpace
Hapus subkey {645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}, kemudian Restart komputer untuk melihat hasilnya.
Untuk memunculkannya kembali, buat kembali kombinasi angka
{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}.
Menambah Isi Shortcut Menu Pada Recycle Bin
HKEY_CLASSES_ROOT/CLSID/{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}/ShellFolder
Klik ganda Attributes dan ganti angka di Value Data dengan angka berikut ini:
0000 50 01 00 20 > Rename
0000 60 01 00 20 > Delete
0000 70 01 00 20 > Rename & Delete
0000 41 01 00 20 > Copy
0000 42 01 00 20 > Cut
0000 43 01 00 20 > Copy & Cut
0000 44 01 00 20 > Paste
0000 45 01 00 20 > Copy & Paste
0000 46 01 00 20 > Cut & Paste
0000 47 01 00 20 > Cut, Copy & Paste
Menambah Isi Shortcut Menu Pada Recycle Bin Dengan Menu Pilihan
HKEY_CLASSES_ROOT/CLSID/{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}/Shell
Klik menu Edit > New > Key dan beri nama yang diinginkan (Misalnya: Go To Windows Explorer).
Dibawah key yang baru tersebut, tekan lagi menu Edit > New > Key dan buat sebuah key baru bernama Command. Klik ganda option (Default), dan pada bagian Value Data, isi dengan path Windows Explorer ( C:\WINDOWS\Explorer.exe).
Mengembalikan Folder Documents Yang Hilang Di My Computer
HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/DocFolderPaths
Pilih menu Edit > New > String Value dan beri nama sesuai dengan username yang digunakan di Windows (contohnya: Chippers) Klik ganda pada value tersebut dan masukkan path tempat dimana Documents anda berada (contohnya D:\Documents)
Menyingkirkan File Stored Dari My Computer
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/MyComputer/NameSpace/DelegateFolders
Hapus subkey {59031a47-3f72-44a7-89c5-5595fe6b30ee} dengan menekan tombol Del.
Menyembunyikan My Recent Documents
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoRecentDocsMenu.
Kemudian klik ganda pada DWORD Value tersebut, dan berikan angka 1 untuk mengaktifkannya.
Menyembunyikan Menu Find
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoFind.
Kemudian klik ganda pada DWORD Value tersebut dan berikan angka 1 untuk mengaktifkannya. Restart komputer.
Menyembunyikan Help And Support
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buatlah sebuah DWORD Value baru - Menu Edit > New > DWORD Value, dan beri nama NoSMHelp.
Kemudian klik ganda pada NoSMHelp dan isi dengan angka 1 pada Value Data. Restart komputer.
Menyembunyikan Menu Run
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoRun. Klik ganda dan masukkan angka 1 sebagai Value Data.
Menyembunyikan Menu Run Dari Start Menu (2)
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
Cari value bernama Start_ShowRun, klik ganda dan masukkan angka 0 pada bagian Value Data.
Menyembunyikan Log Off
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik menu Edit > New > Binary Value dan beri nama NoLogOff.
Klik ganda pada NoLogOff dan masukkan angka 01 00 00 00 pada bagian Value Data.
Menyembunyikan Menu Turn Off Computer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik menu Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoClose.
Klik ganda NoClose dan beri angka 1 pada Value Data.
Cleartype Pada Logon Screen
HKEY_USERS/.DEFAULT/Control Panel/Desktop
Klik ganda FontSmoothingType dan masukkan angka 2 pada Value Data.
Membuat Tampilan Berbeda Pada Jendela Logon
HKEY_USERS/.DEFAULT/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/ThemeManager
Klik ganda ColorName dan masukkan teks Metallic pada Value Data.
Menampilkan Administrator Di Welcome Screen
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows NT\CurrentVersion\Winlogon\SpecialAccounts\UserLis t
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama Administrator.
Klik ganda Administrator dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Login Otomatis
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Windows
NT/CurrentVersion/Winlogon
Klik ganda AltDefaultUserName dan masukkan username account yang dipilih.
Klik ganda AutoAdminLogon dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama DefaultPassword.
Klik ganda DefaultPassword dan masukkan password account yang dipilih pada Value Data.
Menyembunyikan Ikon Printer & Faxes dari Start Menu
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
Cari value bernama Start_ShowPrinters dan berikan angka 0 pada Value Data.
Menyembunyikan Control Panel Dari Start Menu
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
Cari value bernama Start_ShowControlPanel dan klik ganda pada bagian tersebut.
Masukkan angka 0 pada Value Data.
Menyembunyikan Menu My Pictures Dari Start Menu
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
Klik ganda pada Start_ShowMyPics dan masukkan angka 0 pada bagian Value Data.
Memunculkan Menu Administrative Tools
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
Klik ganda pada StartMenuAdminTools dan berikan angka 1 pada Value Data.
Memperkecil Ikon Start Menu
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
Klik ganda pada Start_LargeMFUIcons dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Menghilangkan Username Pada Start Menu
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
Pilih Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoUserNameInStartMenu.
Klik ganda NoUserNameInStartMenu dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Mencegah Perubahan Menu Start
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoChangeStartMenu.
Klik ganda NoChangeStartMenu dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Menyembunyikan My Recent Documents
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
Klik ganda pada Start_ShowRecentDocs dan masukkan angka 0 pada Value Data.
Mengubah Nama Default Shortcut Penting Di Desktop
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/CLSID
Klik ganda pada default value pada masing-masing subkey di bawah ini:
My Network Places:
{208D2C60-3AEA-1069-A2D7-08002B30309D}
My Computer:
{20D04FE0-3AEA-1069-A2D8-08002B30309D}
My Documents:
{450D8FBA-AD25-11D0-98A8-0800361B1103}
Recycle Bin:
{645FF040-5081-101B-9F08-00AA002F954E}
Default IE Icon:
{871C5380-42A0-1069-A2EA-08002B30309D}
masukkan nama-nama unik sebagai pengganti nama defaultnya.
Menyembunyikan Ikon Di Desktop
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
Klik ganda pada HideIcons dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Membersihkan Semua Ikon Pada Desktop
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoDesktop.
Klik ganda pada NoDesktop dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Membuat Desktop Lebih Stabil
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama DesktopProcess.
Klik ganda DesktopProcess dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Menghapus Daftar Program Dalam Menu Run
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/RunMRU
Di jendela sebelah kanan, akan terlihat deretan software-software (ditandai secara alphabet a, b, c, d, dan seterusnya).
Untuk menghapusnya, cukup dengan memilih salah satu (atau semua) nama program yang ada dan tekan tombol Del.
Jika muncul jendela konfirmasi untuk penghapusan data, tekan Yes.
Membersihkan Recent Documents
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoRecentDocsHistory.
Klik ganda pada NoRecentDocsHistory dan masukkan angka 1 pada bagian Value Data.
Menghilangkan Info Tip Pada Ikon Folders Di Desktop
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
Klik ganda pada FolderContentsInfoTip dengan angka 0.
Mengunci Taskbar
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
Klik ganda pada TaskBarSizeMove dan masukkan angka 0 pada Value Data.
Menghapus Past Items Icons Pada Taskbar
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer\TrayNotify Hapus IconStreams dan PastIconsStream, kemudian buka Task
Manager, pada Tab Processes klik kanan pada explorer.exe dan pilih End Process.
Klik menu File > New Task (Run) dan ketikan kembali explorer dan tekan OK.
Menyembunyikan System Tray
HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\Explorer
Jika key Explorer belum ada buatlah sebuah DWORD Value bare dan beri nama NoTrayItemsDisplay.
Klik ganda NoTrayItemsDisplay dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Untuk mengembalikan System Tray masukkan angka 0 pada Value Data.
Menonaktifkan Klik-kanan Pada Desktop
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoViewContextMenu.
Klik ganda pada NoViewContextMenu dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Mengubah Waktu Delay Ketika Membuka Menu
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop
Klik ganda pada MenuShowDelay dan ubah angka milidetik yang semula 400 menjadi angka lain. Semakin kecil semakin cepat.
Mengatur Ukuran Ikon Di Desktop Dan Start Menu
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop/WindowMetrics
Klik ganda pada Shell Icon Size dan ubah angka 32 menjadi angka lainnya, misalnya 10.
Mengganti Warna Windows
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Colors
Klik ganda Window dan masukkan kombinasi warna RGB (gunakan
Adobe PhotoShop untuk menemukan kombinasi warna yang sesuai).
Mengganti Warna Teks Dalam Windows
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Colors
Klik ganda WindowText dan masukkan kombinasi warna RGB.
Menghilangkan Tab Screen Saver
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/System
HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/System
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoDispScrSavPage.
Klik ganda NoDispScrSavPage dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Mengganti Screen Saver Lewat Registry
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop
Klik ganda SCRNSAVE.EXE kemudian masukkan path tempat file Screen Saver yang diinginkan. Contoh: C:\WINDOWS\ScreenSaver.scr
Menonaktifkan Default Screen Saver
HKEY_USERS/.DEFAULT/Control Panel/Desktop
Klik ganda ScreenSaveActive dan masukkan angka 0 pada Value Data.
Untuk mengembalikannya masukkan angka 1 pada Value Data.
Menghilangkan Tanda Anak Panah Pada Ikon Shortcut
HKEY_CLASSES_ROOT/Inkfile
HKEY_CLASSES_ROOT/piffile
Ubah nama IsShortcut menjadi IsShortcuts.
Mengubah Style Wallpaper
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop Klik ganda pada WallpaperStyle dan masukkan angka sebagai berikut di Value Data:
1 > Center
2 > Stretch
3 > Tile
Menonaktifkan Peringatan Low Disk Space
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies\Explorer
Buatlah sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoLowDiskSpaceChecks.
Klik ganda NoLowDiskSpaceChecks dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Menonaktifkan Menu Properties My Computer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoPropertiesMyComputer.
Klik ganda NoPropertiesMyComputer dan masukkan angka 1 pada Value Data.
HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoPropertiesMyComputer.
Klik ganda NoPropertiesMyComputer dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Jika key Explorer tidak ada, buat yang baru dengan mengklik menu Edit > New > Key dan beri nama Explorer.
Mengubah Ukuran CoolSwitch
(Coba Tekan Alt+Tab, itulah yang disebut dengan CoolSwitch)
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop
HKEY_USERS/.DEFAULT/Control Panel/Desktop
Klik CoolSwitchColumns dan aturlah seberapa panjang CoolSwitch
ini akan ditampilkan dengan memasukkan angka yang diinginkan pada Value Data.
Kemudian klik CoolSwitchRows dan lakukan hal yang serupa.
Menonaktifkan Fungsi CoolSwitch
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop
HKEY_USERS/.DEFAULT/Control Panel/Desktop
Klik ganda pada CoolSwitch dan masukkan angka 0.
Menonaktifkan Animasi Pada Windows XP
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop/WindowMetrics
Klik ganda pada MinAnimate dan masukkan angka 1 untuk menonaktifkan, dan 0 untuk mengaktifkannya kembali.
Mengubah Tombol Kiri Menjadi Tombol Kanan Pada Mouse
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Mouse
Klik ganda pada SwapMouseButtons dan beri angka 1 pada Value Data.
Mengubah Gulungan Baris Pada Scroll Mouse
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Desktop
Klik ganda WheelScrollLines masukkan angka yang diinginkan (sesuai dengan baris yang hendak digulung) pada Value Data.
Menyembunyikan System Properties Pada Control Panel
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/don't load
Buatlah sebuah String Value baru dan beri nama sysdm.cpl.
Klik ganda sysdm.cpl dan masukkan input Yes pada bagian Value Data.
Menonaktifkan Display Properties
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies
Pada bagian subkey Policies, buat sebuah key baru dengan carat Edit > New > Key dan beri nama System.
Kemudian di subkey System, buatlah sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoDispCPL.
Klik ganda NoDispCPL dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Mengatur Kecepatan Repeat Rate Keyboard
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/Keyboard
Klik ganda KeyboardSpeed dan masukkan nilai yang diinginkan. Semakin tinggi angkanya, semakin cepat pula Repeat Rate-nya.
Teks Bergaris Bawah Pada Notepad
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Notepad
Klik ganda lfUnderline dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Mode Word Wrap Pada Notepad
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Notepad
Klik ganda fWrap dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Status Bar Pada Notepad
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Notepad
Klik ganda StatusBar dan masukkan angka 1 pada Value Data.
DVD Di Windows Media Player
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/MediaPlayer/Player/Settings
Pilih menu Edit > New > String Value dan beri nama DVDUI.
Klik ganda DVDUI dan masukkan teks Yes pada Value Data.
Menambah Identitas Windows Media Player
HKEY_CURRENT_USER/Software/Policies/Microsoft
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Policies/Microsoft/Windows
Klik Edit > New > Key dan beri nama WindowsMediaPlayer.
Klik Edit > New > String Value dan beri nama TitleBar.
Klik ganda TitleBar dan masukkan teks yang diinginkan pada Value Data.
Mengubah Tombol Stop Menjadi Tombol Play Pada Windows Media Player
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/MediaPlayer/Objects/StopButton
Klik ganda onclick dan masukkan teks player.controls.play() pada Value Data.
Memilih Pemutar CD Audio Default
HKEY_CLASSES_ROOT/AudioCD/Shell/Play/Command
Klik ganda (Default) dan masukkan path software yang anda
inginkan sebagai pemutar CD Audio secara default.
Misalnya: C:\Program Files\Windows Media Player\wmplayer.exe
Mengembalikan Akses Ke CD-ROM
Setelah menguninstall sebuah program pembakar CD, adakalanya CD-ROM tidak bisa lagi diakses, solusinya:
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Contro
l\Class\{4D36E965-E325-11CE-BFC1-08002BE10318}
Hapus subkey LowerFilters dan UpperFilters dengan menekan tombol Del.
Memperkecil Ukuran Thumbnail Untuk Windows Explorer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer
Pilih menu Edit > New > Binary Value dan beri nama ThumbnailSize.
Klik ganda ThumbnailSize dan masukkan angka 20 pada Value Data.
Membuat Shortcut Menu Pribadi Di Windows Explorer
HKEY_CLASSES_ROOT/Drive/Shell
Pilih Edit > New > Key dan beri nama Winamp sebagai contohnya.
Klik ganda option (Default) disisi kanan registry editor dan masukkan teks Winamp.
Klik subkey Winamp dan pilih menu Edit > New > Key dan beri nama Command.
Klik ganda option (Default) dan masukkan path C:\Program
Files\Winamp\Winamp.exe pada Value Data.
Enkripsi Melalui Menu Konteks
HKEY_LOCAL_MACHINE/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Advanced
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama EncryptionContextMenu.
Klik ganda EncryptionContextMenu dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Mengganti Ikon Pada Drives
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer
Jika belum ada, pilih Edit > New > Key dan beri nama sesuai dengan drive yang diinginkan [contohnya: C untuk drive C:]
Pada value tersebut, buat sebuah Key baru lagi dan beri nama Default Icon.
Klik ganda option (Default) dan masukkan path tempat ikon berada (contohnya: D:\Documents\C Drive Icon.ico)
Menyembunyikan Drive
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Pilih Edit > New > DWORD Value dan beri nama NoDrives.
Klik ganda NoDrives dan tentukan drive mana yang ingin dihilangkan pada Value Data.
Contoh: jika ingin menghilangkan drive E:, masukkan angka 16 pada Value Data.
Kombinasi angka pada Value Data adalah sebagai berikut:
A: > 1
B: > 2
C: > 4
D: > 8
E: > 16
F: > 32
G: > 64
H: > 128
I: > 256
J: > 512
K: > 1024
L: > 2048
M: > 4096
Semua: > 67108863
Membuat Tip Of The Day Windows Explorer
Untuk mengaktifkannya buka Windows Explorer kemudian pilih menu View > Explorer Bar > Tip of the Day.
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/Tips
Di jendela sebelah kanan akan terlihat deretan tip-tip yang tersimpan dalam value 0 - 49.
Dua hal yang bisa dilakukan adalah mengganti tip-tip yang dengan klik ganda masing-masing value dengan teks yang diinginkan.
Kedua adalah menambah tip-tip baru dimulai dengan urutan setelah value 49 (misalnya 50 dst.).
Pilih Edit > New > String Value dan beri nama berbentuk angka yang melanjutkan angka terakhir pada tip (misalnya 50 dst.).
Klik ganda pada value yang baru tersebut dan isikan dengan teks yang diinginkan pada Value Data.
Menyembunyikan Advanced Settings Pada Folder Options Windows Explorer
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer
Dibawah key Explorer akan ditemukan subkey bernama Advanced.
Klik kanan dan pilih Rename. Ubah nama Advanced menjadi Advancedx.
Kode Curang Bermain Game Hearts
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Applets
Klik menu Edit > New > Key dan beri nama Hearts.
Klik menu Edit > New > String Value dan beri nama ZB dan isikan angka 42 pada Value Data.
Buka game Hearts pada Start Menu > All Programs > Games.
Setelah memasukkan nama pemain, tekan kombinasi tombol berikut:
Ctrl+Shift+Alt+F12 dan semua kartu akan terbuka.
Membersihkan Sampah Registry
HKEY_CLASSES_ROOT/Application
HKEY_CURRENT_USER/Software
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE
Pilih salah satu subkey yang merupakan nama software yang ingin dihapus, kemudian tekan tombol Del.
Membersihkan Sampah Uninstall
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Uninstall
Hapus subkey yang memiliki nama yang sama dengan software yang telah di-uninstall.
Menghapus Daftar Program Yang Tidak Diinginkan Dari Add/Remove Programs
HKEY_LOCAL_MACHINE\ SOFTWARE\ Microsoft\ Windows\
CurrentVersion\ Uninstall
Hapus subkey yang berisikan program yang tidak diinginkan dengan menekan tombol Del.
Menjalankan Program Saat StartUp
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Run
Pilih menu Edit > New > String Value dengan nama Winamp misalnya.
Klik ganda pada value tersebut dan masukkan path tempat program tersebut terinstall (C:\Program Files\Winamp\Winamp.exe).
Menghapus StartUp Items Di MSCONFIG
Klik Start > Run > ketik msconfig, kemudian klik pada tab startup, hilangkan tanda centang pada program yang ingin dihapus dari daftar startup.
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
HKEY_CURRENT_USER\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
Hapus subkey yang berisikan program-program yang tidak diinginkan dengan menekan tombol Del.
Mempercepat Proses Shutdown Windows XP
HKEY_LOCAL_MACHINE/SYSTEM/CurrentControlSet/Control
Klik ganda WaitToKillServiceTimeout dan ubah nilainya menjadi lebih rendah dari 2000.
Mengganti AM Dan PM Menjadi Pagi Dan Sore
HKEY_CURRENT_USER/Control Panel/International
Klik ganda s1159 dan ubah teks AM dengan PAGI.
klik ganda s2359 dan ubah teks PM dengan SORE.
Menonaktifkan Fungsi AutoRun
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies/Explorer
Klik ganda NoDriveTypeAutoRun dan masukkan angka 95 pada Value Data.
Mematikan Secara Otomatis Program Not Responding
HKEY_USERS/.DEFAULT/Control Panel/Desktop
Klik ganda AutoEndTasks dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Memunculkan Option My Computer Yang Tersembunyi
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Internet Settings/Zones/0
Klik ganda Flags kemudian ganti menjadi Decimal dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Menonaktifkan Fungsi New Window Di Internet Explorer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Policies/Microsoft/Internet Explorer/Restrictions
Buat sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoOpeninNewWnd.
Klik ganda NoOpeninNewWnd dan masukkan 1 pada Value Data.
Mengganti Background Toolbar Internet Explorer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Internet Explorer/Toolbar
Pilih menu Edit > New > String Value dan beri nama BackBitmap.
Klik ganda BackBitmap dan isikan dengan path tempat Gambaro bitmap (.bmp) yang akan menjadi background toolbar berada pada Value Data.
Contohnya: C:\WINDOWS\Wallpaper.bmp
Mengganti Versi Internet Explorer
Untuk mengetahui versi Internet Explorer yang dimiliki: Help > About Internet Explorer pada browser Internet Explorer.
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Internet Explorer
Klik ganda Version dan masukkan angka yang diinginkan pada Value Data.
Mengecek ProductID Internet Explorer
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Internet Explorer/Registration
Lihat ProductID pada key ProductId, pada value tersebut akan tercatat berapa ProductID Internet Explorer yang digunakan.
Mode Full Screen Pada Internet Explorer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Internet Explorer/Main
Klik ganda FullScreen dan masukkan teks Yes pada Value Data.
Mengganti Title Internet Explorer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Internet Explorer/Main
Pilih menu Edit > New > String Value dan beri nama Window Title.
Klik ganda Window Title dan masukkan teks yang diinginkan pada Value Data.
Membersihkan Daftar URL Pada Internet Explorer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Internet Explorer/TypedURLs
Hapus value url1, url2 dan seterusnya dengan menekan tombol Del.
Menyembunyikan Tombol Go Pada Internet Explorer
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Internet Explorer/Main
Pilih menu Edit > New > String Value dan beri nama ShowGoButton.
Klik ganda ShowGoButton dan masukkan angka 0 pada Value Data.
Mengganti Nama Ikon Internet Explorer
HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre
ntVersion\Explorer\CLSID\{871C5380-42A0-1069-A2EA-08002B30309D}
Klik ganda pada value (Default) disamping kanan, masukkan teks yang diinginkan pada Value Data.
Menambahkan Domain .Gov Pada Pencarian Website
HKEY_LOCAL_MACHINE/SOFTWARE/Microsoft/Internet Explorer/Main/UrlTemplate
Pilih Edit > New > String Value dan beri nama dengan angka yang merupakan kelanjutan dari angka-angka yang sudah ada.
Klik ganda pada value tersebut dan ketik %s.gov pada Value Data.
Tweaking Memory Pada Windows XP
HKEY_LOCAL_MACHINE/SYSTEM/CurrentControlSet/Control/Session Manager/Memory Management
Klik ganda pada DisablePagingExecutive dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Apabila diaktifkan,Windows tidak akan melakukan paging file ke dalam hard disk. Sistem operasi dan program-program menjadi lebih responsif. Disarankan untuk komputer yang memiliki memori lebih dari 128MB.
Klik ganda pada LargeSystemCache dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Jika diaktifkan, sistem akan mengalokasikan seluruh memori (kecuali 4 MB untuk disk caching) untuk file caching. Komputer akan melakukan caching kernel XP di dalam memory sehingga Windows XP dapat berjalan lebih cepat.
Unload .dll Untuk Mempercepat Akses Memori
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Explorer
Pilih menu Edit > New > Key dan beri nama AlwaysUnloadDLL.
Pada option Default Value masukkan angka 1.
Menghapus Pagefile Saat Shut Down
HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Contro l\Session Manager\Memory Management
Klik ganda ClearPageFileAtShutdown dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Memindahkan Pagefile
HKEY_LOCAL_MACHINE/SYSTEM/CurrentControlSet/Control/SessionManager/Memory Management
Klik ganda PagingFiles kemudian ganti path ke lokasi baru yang
diinginkan. Misalnya: D:\pagefile.sys 1024 1024
Mengembalikan Fungsi Search Kedalam Tampilan Lama
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Explorer/CabinetState
Pilih menu Edit > New > String Value dan beri nama UseSearchAsst.
Klik ganda UseSearchAsst dan masukkan angka 1 pada Value Data.
Menyembunyikan Device Manager
HKEY_CURRENT_USER/Software/Microsoft/Windows/CurrentVersion/Policies
Pilih menu Edit > New > Key dan beri nama System.
Di subkey System buatlah sebuah DWORD Value baru dan beri nama NoDevMgrPage.
Klik ganda NoDevMgrPage dan masukkan angka 1 pada Value Data.
